Friday, October 5, 2012

MATA KULIAH TEKNOLOGI PERKANTORAN

Saudara-saudara mahasiswa yang budiman.
Silahkan saudara dapat manfaatkan blog ini sebagai informasi sekunder untuk membantu kelancaran perkuliahan. Apabila ada informasi yang kurang jelas silahkan langsung saudara dapat menghubungi saya via telepon atau sms. Terima kasih.

NEW INFO:

Perubahan Jadwal Perkuliahan:
Offering OO matakuliah Teknologi Perkantoran
Jadwal Semula: Hari Senin Jam ke 7 s/d 9
Jadwal Baru    : Hari Rabu Jam ke 7 s/d 9
Jadwal ini mulai berlaku pada pertemuan minggu ke dua atau tanggal 27 Agustus 2014.
Terima Kasih.


SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) New!!!
1. Pekerjaan Administrasi>>>>>>>>>>>>>>>>> DOWNLOAD
2. Mesin Kantor>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> DOWNLOAD

Friday, February 12, 2010

MATA KULIAH STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Down Load Materi:
1. Pertemuan pertama ttg "pengertian strategi,metode dan pendekatan pembelajaran dapat di down load di:
http://www.ziddu.com/download/8566630 PENGERTIANSTRATEGIMETODEDANPENDEKATANPEMBELAJARAN.ppt.html
2. Materi "proses belajar mengajar" down load di:
DOWNLOAD
3. Materi "faktor yang mempengaruhi belajar" download di:
http://www.ziddu.com/download/8890601/faktoryangmempengaruhipengajaran.ppt.html
4. down load kumpulan tugas tahap I di:
http://www.ziddu.com/download/8807075/kumpulan2-2-10.doc.html

Thursday, September 3, 2009

SATUAN ACARA PERKULIAHAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

MATAKULIAH : BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
KODE MK : MDK 403
SKS/JS : 4/4
DOSEN : Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si



A.Tujuan :

Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep belajar dan pembelajaran bagi mahasiswa calon guru yang akan terjun di lapangan. Selain itu juga sebagai langkah awal mahasiswa calon guru mengenal kehidupan sekolah yang sebenarnya.

B.Deskripsi :
Mata kuliah ini membahas tentang; hakekat belajar dan pembelajaran, faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar, konsep atau teori belajar dan aplikasinya menurut berbagai mecam pandangan, masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar, penciptaan kondisi yang efektif dalam proses belajar sampai dengan pengembangan kurikulum.

C.Kepustakaan:

Baharuddin & Esa Nur W. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Russ Media.
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta
Usman, Moh. Uzer. 2005. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

D.Materi:
a.Hakekat belajar dan pembelajaran
b.Prinsip belajar dan azas pembelajaran
c.Faktor yang berpengaruh terhadap proses belajar
d.Teori belajar menurut berbagai Konsep atau pandangan
e.Motivasi belajar
f.Pendekatan pembelajaran
g.Masalah-masalah dalam belajar
h.Kondisi belajar mengajar yang efektif.
i.Konsep dasar evaluasi dan pembelajaran
j.Pembelajaran dan pengembangan kurikulum

E.Kegiatan Belajar Mengajar

a.Ceramah dan tanya jawab
b.Tugas Individu: on line melalui internet
c.Tugas Kelompok: laporan dan diskusi kelompok
d.Observasi lapangan: penelitian pada sekolah/lembaga pendidikan.

F.Rancangan evaluasi:

1.Tugas Individu 15%
2.Tugas Kelompok 10%
3.Keaktifan 10%
5. Ujian Tengah Semester 30%
6.Ujian Akhir Semester 35%



Malang, 4 September 2009
Pembina Mata Kuliah,



Drs. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si
M.Nurruddin Zanky,S.Pd

Untuk mendapatkan copy dalam bentuk file asli copy dan buka alamat di bawah ini!!
http://www.ziddu.com/download/6365919/SAP%20BELAJAR%20DAN%20PEMBELAJARAN.doc.html

Download Materi:

1. Materi Hakekat Belajar dan Pembelajararan silahkan download di: http://www.ziddu.com/download/6444405/HAKEKATBELAJARDANPEMBELAJARAN.ppt.html
2. Materi Prinsip-Prinsip Belajar download di:
http://www.ziddu.com/download/6895484/PRINSIP-PRINSIPbelajar.ppt.html
3. Materi Motivasi download di:
http://www.ziddu.com/download/6895531/motivasi.ppt.html

4. Materi Teori2 belajar download di:
http://www.ziddu.com/download/6895626/TeoriBelajar.ppt.html
Penugasan:

1. Tugas Observasi Sekolah;Dikumpulkan Tanggal 5 dan 6 November 2009; download di:
http://www.ziddu.com/download/6957996/deskripsitugasmatpelBP.doc.html

Wednesday, March 25, 2009

PERKIRAAN DAN ANTISIPASI TERHADAP MASYARAKAT MASA DEPAN


PERKIRAAN DAN ANTISIPASI TERHADAP MASYARAKAT MASA DEPAN
Oleh: M. Nurruddin Zanky, S.Pd

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Salam sejahtera bagi yang beragama lain.

Sebuah kalimat dalam Al-Quran surat An-Nisaa “Hendaklah kalian khawatir akan meninggalkan anak keturunan yang lemah, yang hidup sesudah kalian” merupakan suatu landasan yang tepat ketika kita membahas permasalahan tentang perkiraan masyarakat masa depan. Kita semua tahu bahwa masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami krisis multidemensi. Tidak hanya ekonomi tetapi moral, etiket, kepercayaan, keyakinan, toleransi, kepercayaan dan juga krisis alat untuk mencapai kemajuan dimasa yang akan datang yakni dunia pendidikan. Krisis yang berkepanjangan ini membuat bangsa ini semakin jauh tertinggal dari negara-negara lain. Kalau tidak kita yang merubah siapa lagi? Apakah akan kita biarkan anak cucu kita nantinya hidup dalam kesusahan? Relakah kita melihat anak cucu kita hidup dalam celaan bangsa lain yang terbungkus dalam senyuman? Tidak sedihkan kita ketika kita mendengar jerit tangis anak cucu kita dari liang lahat? Sementara kita sebenarnya mampu untuk melakukan suatu perubahan.

Kita butuh orang-orang yang mau bekerja keras. Kita butuh orang-orang yang mau mengorbankan sebagian waktunya untuk melakukan suatu perubahan. Kita butuh orang-orang yang memiliki mimpi besar dan tidak gampang putus asa dalam setiap kegagalan yang ia terima. Mimpi itu akan menjadi bara api dalam diri kita sehingga cahaya kehidupan tidak akan pernah padam itulah yang biasa disebut dengan motivasi.

Bangsa yang besar berawal dari pemikiran rakyatnya yang briliant, yang bisa merubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa, yang peka terhadap kondisi saat ini dan bisa memperkirakan situasi yang akan terjadi dimasa datang (berdasarkan logika dan kenyataan hidup bukan magis). Seorang tokoh besar John F Kennedy mengatakan “Those who look only to the past or present will miss in the future”. Oleh karenanya jika kita ingin masa depan bangsa kita, khususnya diri kita tidak ketinggalan dalam suatu persaingan kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kenyataan hidup dimasa yang akan datang, karena itu merupakan keniscayaan yang harus kita hadapi.

Dalam bukunya Umar Tirtarahardja yang berjudul Pengantar Pendidikan mengemukakan pemikiran tentang masyarakat masa depan yakni:
1. Kecenderungan globalisasi yang makin kuat
2. Perkembangan IPTEK yang makin cepat
3. Perkembangan arus informasi yang makin padat
4. Adanya kebutuhan peningkatan layanan profesional

Kecenderungan globalisasi yang makin kuat. Globalisasi berasal dari kata global yang artinya utuh, menyeluruh. Globalisasi berarti menjadikan dunia menjadi satu keutuhan, seolah-olah dunia tidak terbatas oleh batas-batas negara. Berbagai macam dampak tentunya dapat kita perkirakan apa yang akan terjadi pada masyarakat jika globalisasi terjadi. Globalisasi yang terjadi saat ini saja kita sudah dapat melihat berbagai macam dampak yang terjadi di negara kita. Bangsa yang maju tentunya melihat ini adalah sebuah peluang. Sementara sebaliknya bangsa yang miskin tentunya merasa ini adalah sebuah ancaman. Tenaga kerja profesional telah banyak masuk di negara kita, hal ini pasti berdampak pada kurangnya kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita. Banyaknya perusahaan asing tentunya mereka membutuhkan tenaga kerja yang profesional dan mampu menyesuaikan dengan bahasa mereka, sementara banyak tenaga kerja kita yang terkendala oleh spesifikasi pekerjaan yang menjadi persyaratan.

Menurut Emil Salim terdapat empat bidang kekuatan gelombang globalisasi. Pertama bidang IPTEK, dimana perkembangan dewasa ini begitu cepat. Dengan adanya perkembangan IPTEK ini arus informasi begitu cepat. Batas negara seolah-olah sudah bukan merupakan kendala bagi orang yang akan menjalin komunikasi. Segala macam bentuk politik, sosial budaya atau yang lainnya dari berbagai macam wilayah dapat kita akses dengan mudah dapat kita akses dalam waktu yang sangat cepat, bahkan bersamaan dengan proses terjadinya. Kedua bidang ekonomi, ekonomi merupakan suatu persoalan yang sangat prinsip bagi setiap negara. Ekonomi dapat dikategorikan persoalan primer. Orang tidak akan bisa memikirkan yang lainnya sebelum kebutuhan ekonominya terpenuhi. Misalkan kebutuhan perut belum terpenuhi mereka tidak akan memikirkan politik. Globalisasi dalam masalah ekonomi dapat kita lihat dengan adanya kerja sama berbagai negara misalkan AFTA (ASEAN Free Trade Area) untuk negara-negara ASEAN, NAFTA untuk Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Ketiga bidang lingkungan hidup, dimana saat ini menjadi perhatian bangsa-bangsa di dunia. Kerusakan lingkungan pada suatu negara berdampak pada negara yang lain, sehingga bangsa-bangsa di dunia membahas tentang masalah ini. Pertemuan terbaru masalah lingkungan hidup diadakan diadakan di Bali yang membahas global warming yang dihadiri berbagai macam negara. Keempat bidang pendidikan, dimana termasuk di dalamnya adalah kebudayaan. Kerja sama antar negara dalam mengembangkan kebudayaan adalah baik. Namun yang menjadi suatu permasalahan, budaya lain yang tidak sesuai yang masuk tanpa adanya filter malah akan merusak tatanan budaya yang sudah ada.

Perkembangan IPTEK makin cepat. Francis Bacon mengatakan “Ilmu adalah kekuasaan” sehingga kita bisa mengatakan bahwa teknologi adalah suatu alat untuk mencapai kekuasaan. Kekuasaan akan teknologi bisa digunakan untuk berbagai kepentingan misalnya: kemaslahatan manusia atau bisa sebaliknya, memperkaya budaya atau sebaliknya, menjaga kelestarian alam atau malah sebaliknya. Ditinjau dari demensi agama kita juga bisa melihat bahwa hanya dengan ilmu kita bisa mengusai langit dan bumi. Seperti yang tercantum dalam kitab suci umat Islam “Hai segolongan Jin dan Manusia jika kalian semua mampu menguasai seluruh isi langit dan bumi maka kuasailah, kalian tidak akan mampu kecuali dengan ilmu pengetahuan”.

IPTEK yang berkembang semakin cepat telah mengubah banyak hal dari segi-segi kehidupan. Kehidupan masyarakat agraris mulai bergeser ke arah masyarakat industri, sistem pekerjaan padat karya (banyak menggunakan tenaga kerja manusia) mulai digantikan dengan sistem otomatisasi (dikerjakan menggunakan mesin), proses pendidikan yang dahulu dilaksanakan secara tradisional mulai mengalami suatu pergeseran dan tentunya masih banyak lagi pergeseran yang lain. Kesuanya itu adalah dampak dari perkembangan IPTEK.

Perkembangan IPTEK ini dapat dipandang sebagai peluang maupun tantangan. Hal tersebut tergantung dari siapa yang melihatnya. Bagi orang yang memiliki kemampuan untuk bersaing maka itu adalah sebuah peluang. Sementara bagi orang yang tidak memiliki kemampuan untuk bersaing maka itu adalah sebuah tantangan yang sangat besar yang bisa menyebabkan kekalahan semakin dalam. Adanya pemikiran tentang peluang dan tantangan ini seyogyanya bisa membuka mata kita untuk melihat dimana saat ini kita berada? Bagaimana dengan masyarakat bangsa kita?

Perkembangan arus komunikasi. Berbagai macam kemajuan yang terjadi selama ini mendorong perubahan masyarakat dari masyarakat agraris ke masyarakat industri dan dari masyarakat industri kemasyarakat informasi. Perubahan masyarakat tersebut dapat kita sebut dengan masa transisi. Sementara kita tahu bahwa masa transisi adalah masa yang mengandung banyak bahaya jika proses transisi tidak berjalan dengan benar. Masyarakat kita saat ini mengalami 2 masa transisi sekaligus, yaitu sebagian bergeser dari masyarakat agraris ke masyarakat industri dan sebagian dari masyarakat industri ke masyarakat informasi. Tentunya kita bisa memprediksi bahkan melihat dampak bahaya itu sekarang. Budaya luar yang masuk sudah tidak terbendung lagi. Masyarakat kita dapat dengan mudah mengaksesnya. Para remaja hanya duduk di depan komputer dengan mengakses internet bisa melihat apa saja yang mereka inginkan. Hal ini bisa berbahaya jika tidak diimbangi dengan adanya pondasi diri remaja yang kuat. Kita ambil contoh tentang pornografi, tidak hanya orang dewasa atau remaja yang bisa mengakses bahkan sampai anak-anak sekalipun saat ini sudah bisa dan kondisi semacam ini sudah bukan rahasia umum lagi.

Meskipun dampak negatif dalam setiap perkembangan pasti ada, namun dampak positif juga tidak kalah besarnya. Adanya arus komunikasi yang cepat juga memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Kebijakan-kebijakan yang harus cepat diambil bisa segera dilaksanakan dengan adanya informasi yang cepat diterima. Oleh karenanya pekerjaan dimasa yang akan datang menuntut seseorang untuk bisa menguasai IPTEK.
Adanya kebutuhan peningkatan layanan profesional. Seiring dengan tuntunan manusia yang ingin semuanya serba cepat, maka layanan profesional tentang suatu pekerjaan menjadi sebuah tuntutan. Profesional berarti seseorang menguasai suatu keahlian tertentu secara mendalam tidak hanya separo-separo. Ketika saya berbincang-bincang dengan salah seorang teman tentang suatu keprofesionalan teman saya bilang “belajar banyak dari sedikit jauh lebih baik daripada belajar sedikit dari banyak”. Suatu kata-kata yang cukup sederhana namun memiliki makna yang dalam. Belajar banyak dari sedikit artinya kita mempelajari suatu ilmu sampai dengan akarnya, tidak setengah-setengah. Tentunya hasil yang akan kita terima jauh lebih baik. Tetapi kalau belajar sedikit dari banyak artinya kita mempelajari banyak ilmu namun hanya setengah-setengah. Hal ini tidak akan membawa banyak manfaat buat kita ketika nanti kita bekerja. Kita ambil contoh pekerjaan dokter. Berobat ke dokter spesialis biayanya jauh lebih besar dari pada berobat ke dokter umum. Namun dengan biaya yang jauh lebih mahal tidak menyebabkan pasien dokter spesialis menurun bukan? Hal ini dikarenakan pasien membutuhkan ditangani oleh dokter yang profesional, selain itu juga tingkat kepercayaan yang menyebabkan pasien mau membayar mahal.

Berkaitan dengan masalah profesional, maka perlu kita bahas pula tentang profesionalisasi yaitu proses pemantapan profesi sehingga memperoleh status yang melembaga sebagai profesional (Nugroho Notosusanto, dalam Umar). Selanjutnya tahap dalam proses profesionalisasi masih menurut Umar:
1. Penetapan dan pemantapan layanan unik
2. Memiliki standar kompetensi minimal
3. Akreditasi: pengakuan kelayakan suatu program pendidikan pra jabatan
4. Mekanisme sertifikasi
5. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas dan kebebasan mengambil keputusan
6. Memiliki kode etik, dimana kode ini memiliki fungsi ganda: pertama sebagai perlindungan terhadap masyarakat dan kedua sebagai pedoman peningkatan kualitas.

Sementara menurut Professor Lester Carl Thurow, seorang guru besar dari Sloan Management School, Massachusets Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat yang dikutip oleh menteri sekertaris negara M.Hatta Rajasa dalam web setneg.go.id memberikan gambaran langsung dari tantangan yang akan membentuk masa depan. Ketiga kata kunci tersebut adalah: pertama, akan semakin berkurangnya peran sumber daya alam dan buruh sebagai elemen dasar untuk keunggulan suatu bangsa; kedua, akan semakin berkurangnya peran dari kejayaan masa lalu suatu bangsa dalam pertumbuhan bangsa; dan ketiga akan semakin meningkatnya peran dari kreatifitas dan daya inovasi manusia (human ingenuity) sebagai unsur pokok dalam menentukan keunggulan dan keberhasilan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Berbagai macam tantangan dan perkiraan perkiraan tentang kehidupan dimasa depan telah dikemukakan di atas, meskipun hal tersebut belum tentu terjadi secara keseluruahan. Namun arah perkembangan saat ini telah menunjukkan ke arah sana. Berbagai kejadian dimasa yang akan datang itu merupakan hasil dari apa yang dipikirkan dan dilakukan manusia saat ini. Maka pada akhirnya kita akan bertanya “Mau dibawa kemanakah manusia ini?”. Banyak sekali jawaban dari pertanyaan ini orang Islam menyebutnya Rahmatallil alamin, orang Hindu menyebutnya Tri Hita Karana, orang Cina bilang Tao Te Ching namun semuanya memiliki satu inti yakni untuk mencapai kesejahteraan lahir batin bagi semua mahluk.

Berbagai perkembangan yang dilakukan manusia saat ini pada dasarnya juga untuk mewujudkan berbagai macam istilah keagamaan yang disebutkan di atas. Namun dalam kenyataannya apabila terdapat penyalahgunaan akan perkembangan itu bukan merupakan kesalahan dari perkembangan itu sendiri. Tetapi kesalahan dari individu yang menyalahgunakan perkembangan itu. Yang menjadi suatu pertanyaan, Siapa orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan individu? Tentunya kita akan langsung Pendidikan yang bertanggung jawab. Tetapi akan timbul suatu pertanyaan lagi siapa orang yang berada dibalik pendidikan? Jawabnya adalah “Tidak mungkin hanya ada dalam satu lingkungan atau bahkan satu dua orang saja”. Pendidikan adalah suatu proses yang sistematis dan sistemik untuk meningkatkan potensi yang ada pada diri manusia. Dikatakan sistematis karena pendidikan itu saling berkesinambungan dari satu tahapan ke tahapan yang lainnya misalkan SD, SMP dan SMA. Dikatakan sistemik karena pendidikan itu berlangsung dalam segala lingkungan kehidupan manusia yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

Umar dalam bukunya Pengantar Pendidikan memberikan sumbangan pemikirian upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan:
1. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang sanggup menghadapi tantangan zaman baru yang akan datang
2. Pendidikan harus dilaksanakan secara menyeluruh dengan pendekatan sistematis dan sistemik
3. Pembangunan manusia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan.

Mari kita bersama-sama mencermati setiap kalimat yang dikemukakan umar tersebut. Pendidikan berkewajiban mempersiapkan generasi baru untuk menghadapi tantangan masa depan. Jika ditinjau dari pandangan kurikulum, maka pendidikan harus mengembangkan kurikulum secara horizontal maupun secara vertikal. Secara horizontal maksudnya muatan kurikulum yang diajarkan disekolah harus sesuai kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengakomodasi permasalahan nyata yang terjadi dilingkungan masyarakat sehingga dapat dipecahkan oleh siswa di sekolah. Sehingga sekolah merupakan cerminan kehidupan nyata di sekolah yang didesain untuk proses belajar siswa dalam menghadapi kenyataan hidup dimasyarakat. Secara vertikal maksudnya muatan kurikulum harus bisa menyiapkan siswa untuk menghadapi kenyataan hidup dimasa yang akan datang, karena pendidikan juga dapat didefinisikan proses menyiapkan peserta didik untuk menghadapi masa yang akan datang. Dalam hal ini berarti dibutuhkan suatu kepekaan penyelenggara pendidikan untuk meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang berkaitan dengan perkembangan kehidupan. Permasalahan ini berarti menganggap penyelenggara pendidikan memiliki peran yang besar dalam mempengaruhi kehidupan siswa dimasa yang akan datang, seperti yang dikemukakan oleh Michael G. Fullan “Educational change depends on what teachers do and think”.

Pendekatan dilaksanakan secara menyeluruh dengan pendekatan yang sistematis dan sistemik. Uraian mengenai permasalah ini telah dibahas di atas. Sistematis berarti berkesinambungan dan saling berkaitan sementara sistemik adalah berlangsung dalam semua lingkungan pendidikan.

Pembangunan manusia seutuhnya merupakan kunci keberhasilan. Penyalah gunaan dari perkembangan IPTEK dan arus informasi selama ini adalah akibat dari kurang utuhnya aspek-aspek pembangunan manusia. Saat ini banyak kita temukan orang tua bangga jika anaknya diterima di sekolah umum yang terkenal meskipun pengaruh agamanya sangat sedikit atau bahkan tidak ada. Atau malah sebaliknya orang tua bangga apabila anaknya masuk pondok pesantren meskipun tidak mengenyam pendidikan umum. Padahal agama memerintahkan kita untuk menjadi orang yang kuat, dan tidak menggantungkan diri pada orang lain. Sehingga ada pepatah “Orang berilmu tanpa iman bagaikan serigala buas dan orang beriman tanpa ilmu bagiakan macan yang tidak punya taring” barang kali itulah ungkapan yang tepat untuk kehidupan saat ini.

Tentunya kita akan bertanya, Pembangunan manusia seutuhnya itu mencakup aspek apa saja? Pendidikan manusia seutuhnya adalah pendidikan yang mendayagunakan seluruh aspek potensi manusia dari semua lini. Menurut Yulianti dalam Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk karakter menyebutkan aspek pendidikan tersebut yakni: aspek pendidikan agama, aspek pendidikan ibadah, aspek pendidikan akhlak/moral, aspek pendidikan akal/daya fikir, aspek pendidikan sosial kemasyarakatan, aspek pendidikan jasad/fisik, aspek pendidikan kejiwaan, dan yang terakhir adalah aspek pendidikan amal. Aspek-aspek tersebut yang seharusnya dapat kita kembangkan secara seimbang sehingga akan tercipta manusia yang seutunya.

Namun ketika kita mencermati perkembangan remaja saat ini dimana masa-masa remaja adalah masa yang kritis mereka sering mengatakan “kalau hanya bicara memang mudah, tetapi jika melakukannya atau mengalaminya akan sulit” atau bilang “bisanya cuma omong doank”. Itulah kata-kata remaja yang sering kita dengar ketika mereka mendapatkan nasehat. Tetapi hal itu tidak semuanya salah, karena mereka saat ini miskin akan seorang teladan yang dapat mereka jadikan panutan. David Bornstein dalam pengantar bukunya Menggugah Dunia mengatakan “Kita butuh tokoh-tokoh yang mau banyak bicara untuk menggugah kesadaran sekaligus bersedia melakukan kerja nyata. Orang yang kita butuhkan adalah orang yang dapat memberi keteladanan langsung”.

Berdasarkan analisa perkiraan masyarakat dimasa yang akan datang dapat kita pastikan bahwa suatu tingkat persaingan diantara individu akan semakin ketat, sehingga siapa yang peka melihat peluang dialah yang akan menjadi pemenangnya. Mereka yang peka itu adalah mereka yang kreatif. Sedikitnya ada tiga langkah penting yang harus dikedepankan untuk dapat mengakselerasi pengembangan sumber daya manusia yang kreatif:
(M. Hatta Rajasa tentang Menggagas Sumber Daya Manusia Kreatif Dalam Membangun Bangsa Di Masa Depan)

Yang pertama adalah pada aspek individu, yaitu adanya upaya untuk semakin meningkatkan kapasitas pengetahuan masyarakat melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan serta perluasan aksesibilitas pada berbagai program pendidikan dan pelatihan tersebut.

Yang kedua adalah aspek koordinasi. Yang dimaksud dengan aspek koordinasi di sini adalah terus memperbaiki koordinasi dan hubungan kerja antara kelembagaan produksi pengetahuan (dalam hal ini perguruan tinggi) dan kelembagaan pengguna pengetahuan (khususnya industri).

Yang ketiga adalah aspek kelembagaan. Ada dua hal penting di sini, yang pertama adalah keberadaan Kelembagaan Perlindungan Hak Cipta dan Hak Intelektual bagi para pencipta dan penemu, serta kemudahan akses bagi para pencipta dan penemu tersebut untuk memperoleh hak-haknya dan yang kedua adalah pranata keuangan yang memberikan akses modal awal (start up capital) kepada para pencipta dan penemu yang berminat untuk mengkomersialisasikan penemuannya

Masih berhubungan dengan persiapan menghadapi masa depan Drs. Slamet Santoso, MT, seorang praktisi dan pengajar Teknologi Informasi jebolan Institut Teknologi Bandung dalam orasinya pada acara wisuda STMIK Ganesha Bandung tahun 2007 yang bertemakan “Kiat Sukses Menghadapi Tantangan Masa Depan” membahas tentang pentingnya suatu motivasi. Motivasi akan mendorong seseorang untuk terus melakukan pemikiran dan tindakan itulah yang akan membuat manusia menjadi berhasil. Dia mengingatkan tentang perjuang Thomas Edison yang menemukan bola lampu sampai mengalami percobaan hampir seribu kali tetapi Thomas tidak kenal lelah. Begitu pula tentang perjuangan Newton dalam menemukan hukum gravitasi. Motivasi itulah yang perlu dikembangkan untuk mencapai kesuksesan.

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan motivasi dalam diri kita:
1. Pengaruhi pola pikir kita bahwa apa yang kita lakukan saat ini pasti akan digunakan dimasa yang akan datang. Ibaratnya kita akan melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pasti akan membutuhkan banyak bahan bakar, bagaimanapun juga kita akan berupaya mendapatkan bahan bakar itu.
2. Yakinkan diri kita bahwa apa saja yang kita kerjakan saat ini kita pasti bisa mencapainya. Pengalaman masa lalu yang buruk akan mempengaruhi pekerjaan yang sedang kita lakukan sekarang.
3. Lihat orang lain yang telah berhasil dan fikirkan ketika orang lain bisa melakukannya kenapa kita tidak?
4. Pikirkan orang-orang yang paling kita cintai ketika kita melakukan suatu pekerjaan, mereka memiliki suatu harapan pada kita dan kita pasti ingin memenuhi harapan itu. Anggap mereka akan bangga ketika mereka tahu pekerjaan yang kita lakukan berhasil
5. Tanamkan suatu pemikiran dalam diri kita bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Sehingga ketika kita melakukan suatu pekerjaan kita akan melakukannya sebaik mungkin
6. Tentunya masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah kita mempelajari banyak tentang perkiraan masyarakat dimasa depan, maka dimasa depan kita dituntut untuk:
1. Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri
2. Memanfaatkan peluang globalisasi
3. Memiliki wawasan memadai tentang IPTEK
4. Bekerja secara profesional
5. Selektif dalam arus informasi

Kemudian Teori Konstruktivisme mengungkapkan tentang manusia masa depan yang diinginkan yakni:
1. Memiliki kepekaan baik IQ maupun EQ
2. Memiliki kemandirian
3. Memiliki kemampuan berkolaborasi
4. Memiliki tanggung jawab

4 hal yang harus dikembangkan pada peserta didik menurut Umar adalah:
1. Kemampuan mengantisipasi (anticipate)
2. Kemampuan dan sikap untuk mengerti dan mengatasi (cope)
3. Kemampuan mengakomodasi (accommodate)
4. Kemampuan mereorientasi (reorientet)

Demikian pemaparan tentang Perkiraan Dan Antisipasi Terhadap Masyarakat Masa Depan yang dapat saya sampaikan. Dan marilah kita mempersiapkan diri kita mulai dari sekarang untuk menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang karena pasti akan kita lalui.

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Daftar Pustaka:

Bornstein, David. 2006. Mengubah Dunia. Jakarta: Nurani Dunia.
Dimyati. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rhineka Cipta.
Rajasa, M. Hatta. 2008. Menggagas Sumber Daya Manusia Kreatif Dalam Membangun Bangsa di Masa Depan. www.setneg.go.id
Redaksi. 2007. Kiat Sukses Menghadap Tantangan Masa Depan. www.pelitanews.com
Salim, Emil. 1995. Tantangan Pendidikan di Masa Depan. SKK Warta UI No.66 TH XVII September 1995. www.rani-gracias.blogspot.com
Sitao Communiti. 2008. Hidup dalam Persaingan. www.Sitao.com
Tirtarahardja, Umar. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rhineka Cipta.
Yulianti. ------. Hakekat Pendidikan (Seharusnya) Membentuk Karakter. Unpad

Wednesday, September 3, 2008

SELAMAT DATANG MAHASISWA BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Hidup ini adalah suatu perjuangan dan hidup ini adalah suatu pilihan. Keberhasilan adalah suatu proses bukan merupakan barang jadi, so.....kita harus berusaha dan terus berdoa. Untuk membangkitkan motivasi dalam usaha kita harus memiliki keinginan. Tapi ingat bahwa keinginan itu tidak akan terwujud jika kita tiada usaha. Seperti yang dikemukakan oleh seorang filosof bahwa "Kontemplasi tanpa aksi adalah suatu kematian".

Monday, June 30, 2008

SELAMAT DATANG MAHASISWA PERENCANAAN PENGAJARAN


Hidup ini adalah sebuah pilihan, yaitu keberhasilan dan kegagalan. Engkau telah ditunjukkan jalan menuju keberhasilan dan engkau juga sudah tahu jalan menuju kegagalan. Suatu keberhasilan biasanya dibungkus dengan sesuatu yang pahit, namun suatu kegagalan biasanya dibungkus dengan sesuatu Indah dan Menarik. Gunakan waktu kalian selagi kesempatan masih ada. Banyak saudara kita yang tidak memiliki kesempatan seperti kita. Tuhan Maha Besar Kasih dan SayangNya kepada kita.

PERMASALAHAN DAN SOLUSI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR


Nama : Ema Luluk Masita
Alamat : Jl. Sumedang 90 Kepanjen
Telp : 085643777810
Permasalahan belajar:
Faktor guru:
1. Sering guru hanya melakukan transfer ilmu, jarang mengadakan umpan balik secara langsung.
Solusi: jika saya menjadi guru, akan lebih komunikatif dengan peserta didik sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi siswa.
2. Gaya mengajar guru seringkali monoton sehingga membosankan.
Solusi: seharusnya guru lebih memahami masing-masing haya belajar siswa sehingga didapat kesesuaian antara gaya mengajar dan gaya belajar.
3. siswa: lapar, ngantuk, males, terlalu fokus sehingga seringkali konsentrasi pecah, mata pelajaran tidak menarik, cuaca panas


Nama: Suluh Prasetyo
Permasalahan:
Kurangnya konsentrasi dalam mengikuti perkuliahan, penyebabnya ngantuk, lapar
Kurangnya persiapan dalam penyampaian materi
Gaya mengajar yang monoton
Solusi:
Mengatur waktu istirahat yang cukup, makan yang sip
Materi yang mau disampaikan dipersiapkan terlebih dahulu
Melakukan variasi dalam mengajar


Nama: Randang Almas H.
Permasalahan:
Guru banyak menyampaikan materi tanpa umpan balik
Pelajarannya sulit
Pemberian materi kuliah tempatnya di ruang kelas terus
Terlalu banyak tugas
Gurunya yang killer
Solusi:
Memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat
Bagaimana guru memudahkan siswa untuk inovasi missal dibuat permainan
Guru kreatif untuk ganti ruangan misal di taman, lab dan lain sebagainya.


Nama: Tetty Radityaningrum
Alamat: Jl. Jombang I/26 Malang
Telp: 0813355235863

Permasalahan:
Terkadang seorang guru hanya menerangkan materi dengan metode ceramah yang monoton tanpa ada variasi cara mengajar yang lain/ dan terbatas pada transfer materi saja tanpa ada hubungan timbal-balik antara guru dan siswa. Sehingga siswa menjadi bosan dan kurang motivasi dalam belajar.
Solusi:
Seharusnya guru mampu memahami karakteristik dan keinginan siswanya dengan menggunakan metode yang variatif yang mampu menggugah kratifitas siswa sehingga siswa termotivasi untuk belajar.


Nama: Wariatuzzuhur/ Ria
Alamat: Jl. Terusan Surabaya 81b Malang
Telp: 085646475965

Permasalahan:
Sedikit sukar dalam proses pemahaman sebuah konsep yang belum/ jarang didengar dalam keseharian.
Solusi:
Diharapkan pendidik bisa lebih familier atau lebih memberi contoh yang aplikatif. Sehingga nantinya peserta didik dapat membangun sebuah konsep sesuai dengan apa yang telah dipahami.


Nama: Achmad Murdiono
Permasalahan:
Seringkali sebagai peserta didik pada awal perkuliahan setiap pertemuan kurang bisa menerima materi pelajaran/ mengikuti materi tersebut.
Solusi:
Untuk mengusung peserta didik lebih antusias dalam mengikuti materti pelajaran yang akan disajikan menggu depan, maka seharusnya guru memberikan tugas yang intinya mengarahkan siswa untuk mempelajari materi tersebut. Akan lebih baik kalau tugas tersebut dalam bentuk studi kasus untuk mengembangkan daya nalar siswa.


Nama: Wreda Triwitasari
Alamat: Jl. Terusan Surabaya 20 Malang
Permasalahan:
Hal yang membuat siswa malas belajar berkaitan dengan guru adalah cara mengajar guru yang membuat siswa kurang jelas dan mengerti apa yang disampaiakn oleh guru. Sehingga membuat siswanya bosan. Hal ini dikarenakan juga guru tersebut tidak memperdulikan keadaan atau kondisi kelas yang diajar.
Solusi:
Guru tersebut seharusnya memeperhatikan kondisi kelas dan menyesuaiakn sika dan metode belajarnya agar siswa tidak bosan dan membuat siswa mau bertanya apa yang kurang dipahami dari materi dengan menempatkan diri sebagai teman
.


Nama: Valian Abrori
Alamat:
Ø Jl. Kediri 114 Cukir Jombang
Ø Jl. Gading Pesantren Block 4 No.4 Malang
Telp: 05649929305
Permasalahan:
Tidak suka mata pelajaran tersebut
Sulit memahami karena malas belajar
Penjelasan guru yang terlalu cepat
Metode pembelajaran dan referensi yang tidak memenuhi
Solusi:
Menanamkan rasa suka terhadap pelajaran tersebut
Memberi motivasi kepada siswa
Menjelaskan secara perlaahan sehingga siswa dapat mengikuti pelajaran tersebut
Menginovasi metode pembelajaran dan memberikan referensi yang lengkap


Nama: Yean Indriana
Alamat: Puri Indah BIII/14 Beji-Batu Malang
Telp: 0341-511386/08563633368
Permasalahan dan
Solusi:
Guru lebih banyak menggunakan istilah yang kadang-kadang tidak dijelaskan/diartikan yang menyulitkan peserta didik.
Solusi: Pada saat guru menerangkan dan menggunakan istilah sebaiknya diselingi dengan mengartikannya
Ada sebagian guru yang pada saat mengemukakan materinya situasinya yang tegang. Hal ini dapat membuat peserta didik tidak berkonsentrasi.
Solusi: proses belajar dibuat lebih santai tetapi tetap pada tujuannya, yaitu memberikan materi.
Guru terlalu membosankan dan materinya biasanya yang sudah tidak perlu untuk dipelajari.
Solusi: dibuat lebih menyenangkan dengan menambahakan game/ sesi tanya jawab. Dan memikirkan ulang materi-materi apa yang sudah tidak perlu.


Nama: Endang Irsyadah
Alamat: Jl. Sidosermo 3/12 Surabaya
Telp: 085645389704

Permasalahan dan
Solusi:
Fullday School yang selalu membosankan, karena otak kota diforsir secara paksa untuk menerima materi belajar dalam durasi waktu yang sangat lama.
Solusi: Diadakannya studi tour yang agar tidak membosankan.
Terlalu banyak jam pertemuan yang membuat murid malas.
Solusi: guru harus pintar-pintar mencari solusi seperti diadakan games konsentrasi ditengah-tengah pelajaran.


Nama: Vicky Azhar MR
Alamat: Jl. Sunan Giri Putukrejo Gondang Legi Malang
Telp: 085646666156

Permasalahan:
Bahasan yang kurang menarik karena saya dapat dengan mudah kehilangan konsentrasi
Solusi:
Membuat suatu bahan pengajaran lebih menarik dan variatif, misalanya dengan manambah game atau permainan-permainan yang dapat meningkatkan perhatian peserta didik.


Nama: Rudi Sondang Sinaga
Alamat:
Ø Jl. William Iskandar 303 Medan
Ø Jl. Veteran Dalam 10A Malang
Telp: 081370220437
Permasalahan:
Apabila memasuki bahasan pelajaran yang paling awal saya mengalami masalah ketika ada teest dari guru. Ntah itu sekedar mengingatkan atau memperluas wawasan murid. Hal itu membuat saya tegang. Ada perasaan takut meskipun saya kurang persiapan. Dasar yang kuat memperkokoh pendirian. Jika saya ditanyai tentang sesuatu yang tidak saya mengerti, saya pasti tidak sanggup menjawab dan merasa bersalah besar.
Solusi:
Sebaiknya guru menerangkan dulu bahan ajar, kemudian mengadakan diskusi untuk pemecahan masalah. Atau ada praktek yang dibuat guru setelah menerangkan teori. Kemudian mengadakan tes yang sebelumnya memastkan siswanya sudah mengerti dan menyerap pelajaran yang diterangkan. Memberi motivasi agar siswa rajin belajar.


Nama: Gigih Prasetyo W.
Alamat: Jl. Terusan Ambarawa 11 Malang
Permasalahan dan
Solusi:
Faktor guru: dalam menyampaikan materi terlalu cepat. Kurang memberikan contoh-contoh.
Solusi: guru menerangkan materi dengan perlahan agar siswa mengerti tentang apa yang telah disampaikan.
Faktor media: kurang media dalam pembelajaran.
Solusi: Memaksimalkan media yang ada dalam pembelajaran.


Nama: Sony Surya W.
Permasalahan:
Biasanya di dalam kelas siswa merasakan bosan atau tidak dapat menangkap materi yang dikemukakan oleh guru.
Solusi:
Guru harus dapat mengatur waktu, misalnya tidak terlalu banyak bicara atau menerangkan karena dapat membuat bosan dan mengantuk pada siswa
Guru harus dapat atau mampu menerapkan inovasi baru dalam pembelajaran. Misalnya selain menjelaskan materi guru mempraktekkan materi tersebut. Dalam kegiatan nyata atau bisa juga ditambahkan game/permainan.
Biasanya siswa bosan juga karena ruangan yang tetap, guru bisa mengajak pindah ruangan atau bahkan belajar di luar ruangan, bisa juga dengan studi tour.


Nama:Zaifullah
Alamat: Jl. Sumber Sari V/494C
Telp: 081935193686

Permasalahan dan
Solusi:
Guru tidak dapat memilih metode/model pembelajaran yang diinginkan siswa misalnya guru hanya menerangkan materi tanpa ada penguatan atau hal-hal lain yang dapat merangsang motivasi siswa sehingga proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik dan tidak ada umpan balik dari siswa.
Solusi: Guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang variatif misalnya dengan Tanya jawab, diskusi, game, sehingga dengan penerapan hal tersebut dapat menigkatkan dan merangsang motivasi.
guru kurang dapat memahami kondisi fisiologis dan psikologis siswa dan terkadang memberi tugas yang berlebihan. Solusi: guru memberikan tugas yang sewajarnya.


Nama: Ulviani Novitasari
Alamat:
Ø Jl. Jokotole 137 Pamekasan
Ø Jl. Terusan Ambarawa V/9 Malang
Telp: 081703067124

Permasalahan:
Kadang kala siswa merasa jenuh dengan suasana kelas dan metode pemberlajaran yang digunakan/diterapkan oleh guru terlalu monoton.
Solusi: Sebaiknya guru menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan kemampuan siswa dalam menyerap mata pelajaran yang berbeda-beda, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran agar tidak menimbulkan kejenuhan di kelas.
Pemberian tugas yang telalu banyak tanpa memperhatikankemampuan siswa untuk mengerjakan tanpa diimbangi oleh penjelasan materi/tugas yang akan diberikan.
Solusi: sebaiknya guru menjelaskan terlebih dahulu materi pembelajaran yang akan diberikan baru kemudaian memberikan penugasan sesuai dengan materi yang diberikan sehingga siswa dapat lebih tanggap dalam pengerjaan tugas dan alangkah lebih baik lagi apabila guru membatasi tugas yang akan diberikan dengan memperhatikan/menyesuaikan dengan kondisi dan kemampaun siswa agara tugas yang diberikan tidak terlalu over lap/ berlebihan



Nama: Farah Andri S.
Permasalahan:
Sebaiknya guru dalam mengajar ajangan hanya dalam ruangan kelas tetapi juga diluar kelas agar para murid tidak bosan. Guru sebaiknya jangan terlalu serius daan terlalu jahat (killer) agar para siswa dapat menyerap ilmu yang telah diberikan.
Cara penyampaian pelajaran. Dalam penyampaiannya sebaiknya di dalamnya terselip gurauan atau becandaan agar para siswa menjadi senang dalam mata pelajaran itu.
Mata pelajaran yang sulit. Biasanya para siswa mengalami kecondongan untuk malas belajar pada pelajaran yang mereka anggap sulit. Guru seharusnya lebih kreatif dalam mengajar agar para siswa tidak bosan dan mungkin bisa dapat menyerap pelajaran yang mereka anggap sulit walaupun sedikit.


Nama: Ratnasari Oktavia
Alamat:
Ø Jl. Terusan Surabaya 24 Malang
Ø Gg. Dikpora RT/RW 03/01 Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kab. Nganjuk 64483
Telp: 085649933300
Permasalahan:
Kurang konsentrasi
Penyampaian materi kurang menarik
Solusi:
Jika saya menjadi guru dalam menyampaikan materi setiap minggunya akan berbeda dan akan meminta pendapat dari peserta didiknya bagimana menciptakan suasana kelas agara tidak membosankan seperti kemauan mereka.


Nama: Luluk Suryani Dewi
Alamat: Jl Jombang 1B/16
Telp: 085646456212
Permasalahan:
Faktor guru/pendidik; cara penyampaian yang tidak menarik, monoton, guru mengajarnya terlalu serius
Solusi:
Seorang pendidik harus bisa mengelola kelas dengan baik, dapat menguasai materi dan merubah gaya/metode pembelajaran yang lebih menarik.
Jangan terlalu serius dalam prosese pembelajaran, santai tetapi tepat sasaran materi yang disampaikan.


Nama: Yuyun Septiana
Alamat:
Ø Jl. Merbabu 122 Kediri
Ø Jl. Tlogo Mas 5C Malang
Telp:
Ø 0341-556315
Ø 085645453008
Permasalahan:
· Biasanya saya malas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada waktu guru kurang bersemangat dalam memberikan materinya. Solusi: jika saya menjadi guru saya akan lebih focus pada ateri yang akan saya berikan . saya juga bersemangat dengan cara menjelaskan materi dengan suara lantang dan tidak kelihatan lesu atau kurang bersemangat.
· Biasanya saya malas dalam mengikuti kegiatan pembelajaran jika saat guru tidak mengerti keadaan siswanya misal siswa capek dll.
Solusi: Seorang guru memberikan keluangan waktu untuk siswa beristirahat.
· Biasanya guru hanya memberikan metode pembelajaran yang monoton yang dapat membuatu siswa bosen.
Solusi: seorang guru seharusnya berganti-ganti metode agar siswa tidak bosen dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran.


Nama: Rima Yunita Ningrum
Alamat: Jl. Danau Sentani Dalam 5 H1-J7 Sawojajar Malang
Telp: 0341-8101277
Permasalahan:
Pelajaran yang sulit dan tidak disukai
Guru yang menjelaskan materi tidak enak/membingungkan
Solusi:
Belajar lagi materi-materi yang belum dipahami dengan cara: bertanya pada guru, bertanya pada teman
Belajar sendiri, jika masih tidak mengerti bertanya pada guru atau teman


Nama:Ade Seila Damayanti
Alamat: Jl. Klayatan III/22 Malang
Telp:
Ø 0341-5413558
Ø 0341-6233222
Permasalahan:
· Pelajarannya yang tidak disukai/sulit
· Karena guru yang tidak menyenangkan di kelas
· Model pembelajaran yang kurang menarik
Solusi:
Bagaimana guru harus membuat pelajaran tersebut menarik misalnya dengan belajar diluar ruangan dengan menambah dengan permainan supaya pelajaran tersebut maenarik dan menyenangkan diluar/di dalam kelas
Guru yang tidak menyenangkan bisa banyak factor, yang pertama kurang menguasai materi yang diberikan atau guru malah cenderung cerita yang tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran tersebut.
Model pembelajaran yang kurang menarik sebaiknya, pembelajaran diluar kelas mengenal pelajaran lain di luar kelas. Senadainay saya jadi guru saya mencari inocasi/kreativitas lain misalnya teori harus mencari alat praktek supaya menarik dan menyenangkan/ atau mengetahui kemampuan siswa didiknya.


Nama: Eka Sisyoria Candra Dewi
Alamat:
Ø Jl. Candi IIA No.401 Karang Besuki Malang
Ø Jl Yapen 22 Blitar
Telp: 085649158050
Permasalahan:
Guru yang tidak saya sukai
Setiap masuk pada waktu pelajaran guru yang tidak saya sukai, saya merasa takut, senam jantung, karena gurunya terlalu keras, menerangkannya tidak jelas, tetapi langsung disuruh maju, gaya mengajar guru kurang/monoton
Pelajaran yang tidak saya sukai
Ada pelajaran yang tidak saya sukai seperti kimia, fisika atau yang berhubungan dengan IPA dan yang lainnya.
Solusi:
Sebaiknya guru itu guru yang bisa dibuat sebagai teman, jadi tidak menakutkan, jadi setiap siswa ketia guru masuk kelas tidak senam jantung, sehingga jika guru enak, maka siswa juga termotivasi buat belajar, meskipun pelajaran itu sulit dan guru bisa menerangkan jelas.
Sebaiknya guru lebih ekstra dan menerangkan yang jelas jika pelajaran itu banyak yang tidak disukai oleh siswa. Sebaiknya guru dalam metode mengajar lebih bervariasi, sehingga tidak membuat bosan siswa.


Nama: Izzudin Rahman
Alamat: Jl. Bendungan Sutami 4 Malang
Telp: 085258329582
Permasalahan:
Susah berkonsentrasi karena suasana kelas ramai. Solusi: guru mengendalikan kelas agar tanang yaitu dengan memberikan tugas mengenai materi yang sudah disampaikan
Malas untuk belajar.
Solusi. Guru memberi pengarahan kepada siswa, bahwa belajar itu penting dan belajar itu tidak mesti baca buku, tapi bisa lewat alat elektronik dan pengalaman.
Gaya belajar yang monoton. Solusi: guru mencari gaya belajar yang lebih menarik.


Nama: Eka Lestari B.
Alamat:
Ø Jl. Raya Besuki 431 RT/RW 02/015 Probolinggo
Ø Jl. Terusan Surabaya Blok A 16/25
Permasalahan:
· Saya malas belajar karena guru mengajar hanya menyuruh mencatat saja dan tidak diterangkan apa yang telah dicatat.
Solusi: tidak menyuruh siswa untuk selalu mencatat tapi juga menerangkan, melakukan diskusi kelas dan dalam menerangkan lebih aplikatif sehingga siswa lebih mengerti.
· Gaya belajar guru terkadang kaku dan keras.
Solusi: guru lebih santai dan gaya belajar lebih aplikatif


Nama: Diana Khomsatul
Permasalahan:
Guru galak, sehingga siswa menjadi takut dan penyerapan materi pelajaran akan menjadi sulit.
Cara pengajaran yang monoton (tidak ada variasi) dapat membuat siswa cepat jenuh/bosan
Solusi:
Sebaiknya guru dengan siswa menjalin keakraban, tidak usah bersikap terlalu galak karena bisa memudahkan dalam proses belajar
Memberi variasi sehingga dapat melibatkan siswa


Nama: Kartika Febriani
Alamat: Jl. Panglima Sudirman 94 Pasuruan 67115
Telp;085655153447

Permasalahan:
guru yang tidak saya sukai, karena terlalu kers kalau mengajar, sering memberi hukuman.
Pelajarannya tidak saya sukai, saya sangat membenci pelajaran yang brkaitan dengan perhitungan, seperti matematika, sehingga saya maslas untuk belajar matermatika dan tikda mengerti apa yang diajarkan oleh guru, malah tidak mendengarkan.
Solusi:
Tidak mengerasi anak didik, karena anak sekolah adalah anak muda yang egonya masih belum bisa dikendalikan sendiri, sehingga saya harus memahami karakter setiap siswa, dan berupaya untuk mendekati siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Guru harusnya sabar dan telaten dalam mendidik siswa.
Jika saya mengetahui ada siswa yang tidak menyukai pelajran maka saya akan mendekatinya, menanyainya sebab-sebab mengapa dia tidak menyukai pelajaran tersebut dan membangkitkan motivasinya untuk menyukai pelajaran tersebut. Kalau perlu memberikan bimbingan khusus agar siswa tersebut mengerti pelajaran tersebut
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube
  • Unordered List

  • Categories